MACAM DAN JENIS KROTO DI PASARAN

Telur dan larva semut rangrang (Oecophylla smaragdina) atau lebih terkenal dengan “Kroto” sangat dicari oleh mania burung dan pemancing, untuk dijadikan pakan burung atau bahan  membuat umpan memancing.  Kroto berbentuk butiran kecil berwarna putih bening dan solid, mempunyai kandungan gizi dan protein lengkap diantara makanan dari serangga lainnya. Dengan komposisi gizi dan protein lengkap, kroto memberikan manfaat yang banyak untuk burung-burung insektivora, seperti cucakrawa, jalak, murai batu, kacer, kutilang, trucukan dan beo.

“Baca juga artikel : “Kroto” mengenal kroto dan manfaatnya”

Di pasaran kroto dapat dibeli pada kios – kios penjual pakan burung dan kios pancing yang didatangkan dari beberapa daerah sentra penghasil kroto.  Pasokan kroto belum tentu stabil, stok kroto pada waktu tertentu seperti saat musim penghujan agak terbatas dan kualitasnya terkadang juga kurang baik.  Sedangkan pada musim kemarau stok kroto cukup melimpah dan tersedia dalam berbeberapa jenis dengan kualitas berbeda. 

Kroto pada umumnya dibagi dalam dua macam yaitu kroto segar dan kroto olahan. kedua macam kroto tersebut dapat dengan mudah dijumpai dipasaran, terutama kroto segar. Kroto segar adalah kroto dari alam atau peternak kroto. Jenis kroto ini dibagi menjadi tiga yaitu :

Kroto dengan kadar air tinggi atau bisa disebut kroto basah.  Kroto ini berasal dari alam yang sudah tercampur dengan embun atau air hujan, tidak jarang kroto ini sudah rusak atau agak bau, dikarenakan suhu udara dan pengemasan yang tidak baik. Kroto basah banyak dijumpai di pasaran tetapi tidak dapat bertahan lama, hanya 1-2 hari. 

Kroto kasar, jenis kroto ini merupakan campuran dari telur, larva dan pupa dengan ukuran besar dan kecil.  Larva ukuran besar akan menjadi semut rangrang ratu, sedangkan larva ukuran kecil akan menjadi semut rangrang prajurit. Kroto kasar tidak terlalu banyak mengandung air, sehingga bisa bertahan 3 – 4 hari dalam suhu ruangan.


Kroto halus, merupakan campuran telur dan pupa yang akan menjadi semut prajurit dengan ukuran kecil dan sedang. Kroto jenis ini sedikit sekali mengandung air sehingga terlihat seperti beras. Kroto jenis ini dapat bertahan hingga 4-6 hari dalam kondisi suhu udara ruangan.

“Baca juga artikel : “Cara menyimpan kroto agar tahan lama”

Kroto Olahan
Sedangkan kroto olahan dapat disebut kroto kering, terbuat dari bahan kroto alam yang sudah diolah secara industri rumahan atau pabrikan yang dikemas dalam kemasan dari bahan plastik khusus dan kedap udara, tujuannya supaya bisa tahan lebih lama. Kroto olahan dibagi menjadi tiga jenis, yaitu :

Kroto olahan murni, kroto ini merupakan kroto murni terdiri dari telur, larva dan pupa semut rangrang dari alam atau ternakan, tidak dicampur tambahan jenis makanan lain, hanya dikeringkan agar lebih awet tanpa mengurangi kandungan gizi dan protein kroto.

Kroto olahan campuran, jenis ini merupakan campuran kroto alam berbagai ukuran ditambahkan dengan bahan pakan seperti kacang, voor, dedak, jagung dan biji bijian.


Kroto tepung, terbuat dari bahan kroto alam yang diolah menjadi bubuk atau tepung halus. Jenis kroto ini tidak ditambahkan pakan lain, hanya terbuat dari telur, larva dan pupa semut rangrang murni.

Kroto Tepung
                                                      
Kroto Campuran
Kroto Kering

Komentar