JENIS MURAI BATU



Di habitat aslinya, Murai batu merupakan spesies yang mempunyai area peyebaran sangat luas, kurang lebih 20.000 km (menurut “brids wildlife”).  Populasi penyebarannya dapat ditemukan membentang dari utara India, Nepal, Vietnam dan Cina selatan lalu ke arah selatan terdapat di Sri Lanka, semenanjung Malaysia sampai Indonesia.  

Murai batu atau Kucica hutan (Copsychus malabaricus), termasuk ke dalam famili Muscicapidae atau burung cacing, merupakan burung kicau dengan suara sangat merdu dan mempunyai tatanan kicauan yang sangat baik dan tertata apik. Di Indonesia burung ini tersebar di seluruh pulau Sumatra, sebagian pulau Jawa dan Kalimantan. Khusus untuk ras dari Kalimantan Utara murai batu Alis-putih (Copsychus malabaricus stricklandii) dikelompokan sebagai spesies tersendiri.  Berikut  jenis murai batu dikelompokan dalam spesies :
  1. Copsychus malabaricus (White Rumped Shama),
  2. Copsychus luzoniensis (White Browed Shama),
  3. Copsychus niger (White Vented Shama)
  4. Copsychus cebuensis (Black Shama).
  5. Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama) .

Di daerah Sumatra  sendiri saja sudah mempunyai banyak jenis murai batu yang tersebar di beberapa daerah dan dinamakan sesuai dengan daerah tempat habitatnya, seperti murai batu aceh, murai batu medan , murai nias dan murai batu lampung.  Sedangkan di pulau Jawa penyebaran murai batu sudah sangat terbatas, hanya di temukan di tempat-tempat hutan konservasi.
Pada umumnya jenis murai batu sangat beragam tetapi sebagian besar sudah sangat langka karena habitat semakin berkurang dan perburuan liar.  Berikut ini berbagai jenis murai batu yang hidup di Indonesia dan banyak ditemui di pasar burung yang mungkin sudah tidak asing lagi bagi pecinta kicau mania.
·      Murai batu medan, Bukit Lawang, Bohorok, kaki G Leuser wilayah Sumatra Utara. Ciri ciri khusus mempunyai panjang ekor 27 – 30 cm.
·      Murai Aceh, di kaki G Leuser wilayah Aceh. Ciri khusus panjang ekor 25 – 30 cm.
·      Murai Nias, ekor keseluruhan berwarna hitam. Ciri khusus panjang ekor 20 – 25 cm.
·      Murai Jambi, hidup di Bengkulu, Sumatra Selatan. Ciri khusus panjang ekor 15 – 20 cm
·      Murai batu Lampung, hidup di Krakatau, Lampung. Ciri khusus tubuh lebih besar dari Murai Medan, Mempunyai panjang ekor 15 – 20 cm.
·      Murai Banjar atau dikenal dengan Murai Borneo, jenis ini hidup dan menyebar di Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan. Ciri khusus panjang ekor 10 – 12 cm.
·      Murai Palangka. Mempunyai habitat di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Murai jenis ini juga sering disebut Murai Borneo. Ciri khusus panjang ekor 15 – 18 cm
·      Murai alis putih. Habitat di Kalimatan Utara, Ciri khusus mempunyai alis putih dibagian kepala, panjang ekor 8-10 cm
·      Murai Jawa atau dalam bahasa Jawa disebut Larwo, habitatnya di pulau Jawa Tengah dan barat. Memiliki ukuran tubuh  jauh lebih kecil dari jenis murai lainnya, mempunyai panjang ekor tidak lebih dari 8 – 10 cm. Murai jenis ini sudah sangat langka.

Untuk spesies murai batu yang berasal dari luar Indonesia, dapat dikelompokan menjadi 3 jenis murai sesuai dengan asal negaranya, sbb ::
  1. Murai batu Malaysia, habitatnya di wilayah Penang. Dengan ciri khusus mempunyai postur tubuh lebih besar dan sedikit lebih panjang dari murai medan. Panjang ekor sekitar 30 – 33 cm dan lentur.
  2. Murai batu Thailand, habitatnya disekitar perbatasan Thailand dan Malaysia. Seperti kebanyakan murai Malaysia,  murai ini juga mempunyai tubuh lebih besar dari murai medan, mempunyai warna hitam mengkilap kebiru-biruan dan mempunyai panjang ekor 32 – 35 cm.
  3. Murai batu Philippine, wilayah Luzon dan Catanduanes. Berbeda dari murai batu kebanyakan. Jenis yang satu ini mempunyai tiga warna tubuh (Hitam dibagian tubuh atas, putih dibagian dada dan coklat dibagian pinggul dibawah sayap) selain itu dibagian kepala ada warna putih memanjang dari pangkal paruh hingga kepala bagian belakang dan strip putih dibagian sayap. Begitu indahnya paduan warna di jenis murai ini  sehingga Jenis ini lebih tepat disebut murai hias.
  4. Murai Cebu, Juga berasal dari Philippine, bedanya murai yang satu ini semua tubuhnya berwarna hitam (Black Shama) kebiru biruan tetapi ada juga yang mempunyai warna putih dibagian perut dan ekor bawah.
  5. Murai Niger, jenis ini mempunyai habitat di daerah Palawan, Calamian, Balabac dan Sabang. Memiliki warna hitam pekat pada seluruh tubuhnya.
Kelompok spesies murai mempunyai kerabat atau dapat disebut juga sub-spesies. Dimana masing-masing spesies mempunyai jumlah sub-spesies tidak sama banyak. Setiap sub-spesies menempati area penyebaran berbeda, seperti dijelaskan dibawah ini :

A.   Copsychus malabaricus (White Rumped Shama) terdiri dari 19 sub-species:
  1. Copsychus interpositus (Nepal, India, Myanmar, Yunan -China, Thailand dan Indochina)
  2. Copsychus stricklandii (Sabah, Kalimantan)
  3. Copsychus andamanensis (Andaman, Nicobar)
  4. Copsychus albiventris (Andaman)
  5. Copsychus indicus (Nepal, Indochina)
  6. Copsychus pellogynus (Myanmar, Peninsular)
  7. Copsychus minor (Hainan-China)
  8. Copsychus mallopercnus (Malaysia)
  9. Copsychus javanus (Jawa Barat dan Jawa Tengah)
  10. Copsychus omissus
  11. Copsychus barbouri (Maratua, Kalimantan Timur)
  12. Copsychus leggei (Sri Lanka)
  13. Copsychus malabaricus (India)
  14. Copsychus macrourus (Con Son, Vietnam Selatan)
  15. Copsychus tricolor (Malaysia, Sumatra, Natuna Island dan Anamba)
  16. Copsychus melanurus (Sumatra bagian Barat, Enggano)
  17. Copsychus suavis (Sarawak, Kalimantan)
  18. Copsychus mirabilis (Prinsen Island)
  19. Copsychus nigricauda (Kangean Island)
B.    Copsychus luzoniensis (White Browed Shama) terdiri dari 4 subspecies, yaitu :
  1. Copsychus luzoniensis (Luzon, Catanduanes)
  2. Copsychus parvimaculatus (Polillo)
  3. Copsychus shemleyi (Marinduque)
  4. Copsychus superciliaris (Masbate, Negros, Panay, Ticao).
C.    Copsychus niger (White Vented Shama): Tersebar di Palawan, Calamian, Balabac, Sabang (all in Philippines).
D.   Copsychus cebuensis (Black Shama): Hidup di wilayah Cebu Philippines.
E.    Trichixos pyrropygus (Orange Tailed Shama / Rufous Tailed Shama): Penyebaran di Way Kambas, Thailand, Malaysia dan Borneo.

 Sumber :
Dirangkum dari berbagai sumber









Sumber Photo :
* Dari bebagai sumber

Komentar

Postingan Populer